Happy Bday Daddy

Selamat ulang tahun papa. Sudah satu tahun sejak kepergianmu. Lihatlah, aku bisa. Dengan gajiku sebagai pegawai BUMN yang secara diam papa banggakan, aku bisa menyekolahkan 3 adikku. Memberi makan 5 anggota keluarga ku. Bisa membuatkan mama rak buku. Bisa membelikan handphone baru untuk anak kandung pertamamu. Bisa selalu memberi jajan anak bungsumu.
Aku tau pa, sering sekali rasanya aku merindukanmu. Saat pulang kerja, saat si bungsu menghampiriku, aku yakin jika kau masih ada Pa. Yang akan diteriakkan adalah namamu.
Bungsumu sudah besar Pa, sudah bisa bergaya di depan kamera, sudah pandai menari, sudah pandai bernyanyi, sudah punya keinginan untuk sekolah seperti yang selalu ia katakan. “Sekolah di almadina”. Itu Pa, TK dekat rumah kita.
Pa, apakah kau baik2 saja?? Seperti apakah di alam kubur itu?? Sudahkah kau merasakan kedekatan dengan sang Khalik?? Apakah kau bisa menjawab pertanyaan malaikat penjaga kubur itu Pa?? Seperti apakah rupa mereka??
Maaf Pa aku banyak tanya, ingin sekali rasanya aku masih punya Papa, sekalipun saat kau masih ada, kau tidak pernah aku anggap Pa. Aku minta maaf.
Pa, aku merindukanmu, sungguh.
Kami semua merencanakan untuk membeli rumah, apakah aku bisa Pa?? Apakah aku tidak cukup egois untuk tidak membeli rumah?? Semoga aku bisa Pa, semoga semuanya cukup.
Anak sulungmu, sudah masuk SMP Pa, di SMP favorite, dia sudah menjadi gadis yang cantik, kemarin dia merengek di belikan handphone, ya sudah aku belikan saja, toh itu adalah hadiah untuknya.
Anak keduamu, dia sudah pintar bermain, selalu membuat mama kewalahan, tapi dia pintar matematika Pa, sama seperti Papa, aku janji, aku akan berjuang buat dia, hingga dia kuliah nanti. Hingga sukses sepertimu Pa.
Dan anak bungsumu, dia hanya mengenalmu dari foto mu, foto yang di pajang di ruang tengah, dia selalu berkata “Papa, Papa” dan akhirnya memandangan ke foto itu.
Tenang ya Pa disana, Ya Allah, jangan Kau siksa ayahku, dia ayah yang sungguh baik. Amiien

101010

Sayang, setahun kita telah lewati. Aku sadari belum sepenuhnya rasa ini untukmu. Aku minta maaf, aku mencoba. Kamu selalu yang pertama dan akan menjadi yang pertama. Tapi dia selalu ada, aku bingung sayang. Aku tidak tau harus bercerita pada siapa. Jika aku bercerita padamu. Pasti kamu akan marah dan bilang “kembalilah lagi padanya”. Aku tau sebagian kecil dari diriku ingin, tapi sebagian besarnya lagi. Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu.
Dia adalah semacam masa lalu yang tidak bisa hilang dengan sekejap. Dia adalah perwujudan dari keegoisan ku. Dia adalah perwujudan dari ambisiku. Dia adalah laranganku. Dia adalah dosaku.
Begitu banyak sayang dosa yang sudah aku himpun, begitu banyak.
Aku bertanya, pantaskah aku untukmu??
Kamu baik, kamu penyayang, kamu pengertian, kamu bersih, kamu istimewa, kamu nyaris sempurna.
Hanya saja aku masih mencintai dia, ya aku masih mencintai dia.
Beri aku waktu sayang, dan akan semuanya untukmu. Hanya untukmu.

She’s DEAD

Entah ini sebuah dosa atau apa. aku senang mendengar dia sudah TIDAK ADA. Rasa benci ini masih ada, tapi aku yakin pasti bisa hilang, sejalannya dengan waktu. Tak ada lagi dia, Tak ada lagi cemburu, Tak ada lagi iri. hahahhahah
Dosa tidak yah seperti ini, mungkin dosa, yaaah sudah berapa banyak dosa yang di buat. Entahlah
Tenang kau disana yah. Icha S. Tak perlu kau ganggu lagi hidupku dengan semua kata2 sok tau mu.
Pergilah kau ke alam sana dengan masih mencintai DIA??
oooh DIA tidak cinta padamu, DIA hanya cinta padaku. hahahahh

17092011

Setahun yang lalu, tepat setahun yang lalu pada tanggal 17 September 2010.
Tahun lalu kita saling ucapkan kata, sebuah kata yang menjadikan kita sepasang kekasih.
Ingin ku ulangi, namun bisakah aku?? sanggupkah??
Aku hanya dapat mendambakan senyummu di mimpi ku, di bawah sadar ku.
Tak sedetik ingatan tentang mu hilang.
Dan apa yang kamu rasakan, semoga sama dengan apa yang kurasakan.

Keabadian hanya milik Allah, dan aku berharap rasa ini di ridhai olehNya. Aku merindukan mu. Satu kata lagi dalam 3 posting blog ku. Aku menrindukamu. Melebihi yang kau tau.

Bebas dan Tidak Terikat

Aku takut, aku takut jika aku bosan dan tidak ingin semua ini berhasil.
Jika apa yang aku perjuangkan ini hanyalah pelampiasan dari segala puncak emosi ku.
Jika apa yang ku putuskan ini akan menjadi kesalahan terbesar dari hidupku.
Pertanyaan mendasar dari segala yang ku lakukan, apakah bisa ku menjawabnya.
Aku masih bimbang.
Aku pun merindukan kebebasan ku yang dulu. Inikah pertanda aku bosan??
Aku terlalu memaksakan apa yang seharusnya tidak ku paksakan, aku ingin DIA, tapi yang ada hanya dia. Dan apa yang dapat kulakukan, aku terpuruk dengan kerinduan yang mendalam.
hahahha, sempitnya cinta.
akankah ku rasakan seperti yang kurasakan dulu.

Aku Rindu

Angin sampaikan sejuta kata rinduku hanya untuknya,
hujan sampaikan tangisan hati ini karena mendambanya,
aku rindu, aku rindu dia. Tak bertepi tak bersyarat.
kemana hilangnya separuh ragaku, kemana perginya dia.
Salahkah aku jika tak mencarinya, hanya ada satu kata, rindu.
rindu ini sudah tak bertepi, mengarungi semua lautan, dan tenggelam bersama derasnya ombak, tersisa dan tak akan hilang.

Sebuah paksaan kah aku hanya ingin dia, sebuah keputus asaan, kegelisahan, kegetiran. Karena aku tak tau lagi harus dengan siapa. Dan begitu saja hingga aku putuskan sesuatu yang mungkin tidak benar. Tunjukkan saja jalannya Ya Kariim. tunjukkan saja jalannya.

Hanya ada satu kata untuk dia, aku rindu dia selamanya.

Sepetik Doa

Ya Allah, jikalau memang dia adalah jodoh ku, dekatkanlah kami, permudahlah kami untuk menjalin hubungan yang diakhiri dengan pernikahan, ridhoilah kami sehingga dapat membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, tuntunlah kami agar selalu menjadi hambaMu yang Engkau kasihi.

Namun seandainya dia bukanlah jodohku, pisahkanlah kami dengan caraMu, hilangkanlah perasaan yang telah mengikat kami berdua, jauhkanlah kami sehingga tidak akan bersatu lagi, berilah kami jodoh yang maslahat dunia akhirat, yang terbaik bagi kami.

amiiin

Tak Seindah Dulu

Kisahnya tak seindah dulu, disaat ada orang ketiga. Tapi apakah bisa dipertahankan jika hanya akan menimbulkan kesusahan. Bisakah dia mengerti bahwa mungkin ini bukan jalan takdirnya. Bisakah dia untuk diam dan terima lah apa yang ada. Rasanya aku ingin marah, aku ingin bilang “helllooo, pliiis jangan rapuh. Be strong.” tapi aku tak bisa memaksakannya.
Yaaah beginilah jadinya, aku pergi aku kembali. Aku tak kuat, di tambah lagi dengan melihat dia yang sangat tidak kuat. Aku bukan iba, melainkan aku tidak ingin dia sakit tapi cara ku yang salah.

Tentang Tulisan

Kadang aku merasa seperti banyak sekali yang ingin aku tuliskan, sekedar dan hanya untuk sekedar meluapkan asa, membuang sedih, mengundang tawa. tapi apa yang ku dapat. saat ku menatap layar siap untuk mengetik di antara keypad ini. sepi, kosong, mendadak semua buyar dan aku malas untuk segalanya. Yaah aku tau, aku bukanlah penyair atau seperti Kahlil Gibran atau siapalah aku tak tau. Yang pasti aku hanya ingin menulis. yaaah cuma menulis, dan hanya tulisan ringan.
Aku hanya bisa terdiam dengan semua hiruk pikuk kehidupan ini. Umurku belum mencapai 20, tapi rasanya aku sudah berumur 50 dengan 4 orang anak. Haruskah aku mengeluh, Ya Allah, jauhi aku dari kata MENGELUH, aku ingin tersenyum saat semua ujian ini menderaku. Dan semoga aku tidak menganggapnya ujian. Ini adalah anugerah. Dari sekian juta remaja yang berusia sama denganku adakah yang sudah mencicipi pahitnya hidup seperti aku?? mungkin banyak mungkin juga tidak. Tapi aku beruntung karena itu artinya aku masih di sayang Allah, sangat di sayang Allah.
Yaah seperti itulah tulisan yang ingin aku ketik di layar ini. Lihatkan, hanya sekedar tulisan, tak perlulah komentar atau reward menjadi tulisan terhebat di tahun 2011, hahahah. Aku hanya ingin bercerita, cukuplah bercerita dan mengenang seperti apa hidup ku ini. Dan jika aku membacanya lagi, kelak disuatu hari, aku akan teringat tentang kehidupan lamaku disaat aku sukses nanti. Amiiien Ya Rabb.

Kembali Menulis

Udah lama iah ngga nulis lagi, sibuk dengan kehidupan percintaan (ceileeeh, cuiit cuitt hahaha), sibuk dengan urusan kantor, dan sibuk dengan keluarga yang runyam. Yaaah saya akuin semakin kesini, semakin bertambah tua bukannya makin dewasa. Freak, itu yang aku sadari. Saya tidak kenal diri saya lagi, sedikit2 marah, sensi, ngga tau apa yang mau dilakuin. dan akhirnya berujung dengan air mata yang menyisakan mata panda. hiks.
Yaah percintaan, tidak banyak perubahan signifikan yang berarti, masih saja dengan lampu merah besar yang mau jadi BLACK HOLE, siapa yang berani melintas bakal hilang ditelan sisa nama. Apanya sih yang begitu runyam?? kenapa begitu susah mencari ketenangan dalam percintaan. i think to runaway, but i know that a silly idea.
And finally, i just stuck here, i cant move on, yeaaah mencoba untuk tersenyum, tapi tetep getir yang dirasa, sepahit itu kah cinta?? who knows
Sepahit itukah hidup ku?? of course not, saya hanya bosan dengan kehidupan saya.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.