Masih dengan Laki – Laki itu

“Apa yang mau dikasih kalo aku kesana?”
Aku termenung, “Tak ada apa2 disini, jadi tak usah kesini”
“huh, yaudah.”
“aku punya sesuatu yang tulus ikhlas aku kasih, tapi kakaknya yang gak mau nerima”
“Apa itu?”
“Tebak ajah sendiri”
“Emang masih?”
“Masih”
“Yakin?”
“Yakin. Emang apa kakak kira??”
“Pokoknya kemungkinan tebakan aku sama yang kamu pikirin sama”

Aku tahu kakak pasti tahu apa yang aku pikirin, tapi aku sama sekali gak bisa nebak apa yang kakak pikirin. Semua terlalu sulit buat aku. Apa se yang ada di pikiran kakak? Apa se yang kakak rasain ke aku. Aku gak pernah bisa nebak sikap orang ka.
Laki-laki itu yang bisa bikin aku kayak gini, dia udah buat aku sayang sama dia, udah buat aku berharap sama dia. Tapi dia juga yang udah bikin aku jatuh, yang udah bikin aku tersadar dari khayalan ku. Dan sekarang dia bikin aku bingung sama kembalinya dia. Dia tumbuhin lagi harapan yang udah aku coba untuk kubur.
Hmmmm, laki-laki itu. Tapi dia yang buat aku kangen setiap hari.  Yang bikin aku tidur ampe malem gara2 telpon2an sama dia. Yang bikin aku bisa lupa sama orang yang udah nyakitin aku. Yang bikin hari aku yang kelam jadi baik lagi.
Terima kasih laki-laki ku. Terima kasih atas semua rasa itu. Akan jadi apa kisah ini??? Aku tak tau. Aku hanya akan menunggu.

2 thoughts on “Masih dengan Laki – Laki itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s