Laki-Laki Itu Tak Pernah Tau Kapan Ujungnya

Penantian, Kesetiaan, Ketegasan, Keputusasaan,
Sekarang yang sedang merangkul ku, mendekap pnuh diriku hingga sesak rasanya, berusaha ku untuk mencari jawaban akan ketidak rapuhan ku, tapi semua sia-sia, ku hanya menyakiti dan menyakiti. Hanya pertanyaan Kenapa yang terus dia lontarkan, yang aku pun masih meraba-raba untuk menjawabnya.
Kenapa semua tak adil??
Kenapa seperti ini jadi’a???
Kenapa semua terlambat??
Kenapa harus nyesel itu belakangan??
Dan apa yang harus ku jawab akan pertanyaan itu?? aku seperti orang bodoh, karna memang semua tak adil Laki-Laki ku, tak prnah ada yang adil di dunia ini, karna memang sepeti ini mungkin jalan yang ditakdirkan untuk kita, karna mungkin untuk mncapai indah tidaklah mudah. Sabar laki-Laki ku, sepeti yang ku katakan, pasangan hidup kita sudah di tentukan sejak usia kita 40 hari, aku tak bisa memberi harapan kepadamu, aku takut kita nanti lebih sakit nantinya.
Aku memang orang trbodoh yang pnah ada, tak pernah memikirkan sebelum bertindak, dan apa yang ku dapat saat ini?
Kehampaan itu menemaniku, mendekap ku lebih jauh lagi, aku hanya ingin mencoba untuk setia.
*Aku tak mampu menyakitimu
Aku tak sanggup untuk menduakanmu
ku tak mungkin mencintaimu
karena hatiku telah dimiliki dia
kau tak mungkin memiliki ku sepenuh hati
aku hanya ingin setia….

Tapi aku sadar aku terlalu rapuh untuk dapat jauh dari mu, aku masih butuh kamu, dan egois pun menyelimuti ku, aku hianati lagi dia, tapi aku tak akan berpaling dari dia, maafkan aku Laki-Laki ku, kisah yang aku jalin kini seperti ini.
Yang kamu perlu ketahui, terima kasih, karna saat aku rapuh kamu hadir memberikan kejuatan lagi,
karna saat aku merasa hidup itu sia2, kamu hadir memberikan harapan,
karna saat aku membtuhkan seseorang, kamu hadir temani aku.

Ingat saat itu, hmmmm, senangnya hati ku, aku dekat kamu menjauh, aku menjauh kamu yang mendekat, aku tak habis pikir yang ada di pikiran mu, tapi aku tetap menunggu, dan aku merasa sangat bodoh, karena aku tak pernah sabar menunggu, hingga akhirnya aku pilih dia,
hahahah, Laki-Laki ku, kau tau???? aku ingin tertawa, aku ingin tertawa untuk kebodohan ku,
tapi yang ada di depan ku saat ini adalah dia, hanya dia dan dia, dan kamu tahu?? aku pun sayang sama DIA
sekali lagi maafkan aku karna kisahnya harus seperti ini,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s