Bukan Cinta Biasa

Bagaimana lagi harus dijelaskan, saya ini sudah mencintainya. Kalau dibilang udah mentok deeh. Tapi sebenarnya ngga boleh juga sih bilang gitu. Semua bisa serubah, tapi untuk sekarang, ya untuk sekarang. Saya ngga tau gimana harus berubahnya.

Semua Surat Keputusan itu, cuiiiiiiih. Kenapa ada sih peraturan yang mengatur hajat hidup seseorang yang berurusan dengan takdir. Kalau mau menikah keluar dari perusahaan. Dikira nyari kerja gampang?? Dikira masuk perusahaan ini cuma nyari calon pasangan hidup?? saya ngelamar diperusahaan ini, berjuang biar menjadi salah satu pegawai di perusahaan ini buat nafkahin keluarga saya,dan setelah semua tercapai harus keluar karena hanya selembar kertas?? hanya karna saya mau menikah??

Ini kenapa menikah harus ada syarat-syaratnya segala?? DIkira gampang gitu udah sayang udah cinta terus disuruh akhirin semua yang udah dijalin bertahun-tahun karena surat keputusan?? Karena selembar kertas yang ditanda tangan sama orang berperingkat, sama orang berjabat dan akhirnya bisa mempengaruhi kisah cinta dan kisah dompet kita??

iyuuuuh banget tau nggaaaaa. Ini nih yang bikin saya dilema saudara-saudara. Jangan samakan lah perusahaan ini dengan bank. Kalau di bank mungkin jangan sampai sepasang suami istri dalam satu perusahaan karena takut peluang korupsi makin gede.

Lah ini karena dianggap boros kesejahteraan, dikira kalau anak sakit, biaya yang keluar dari kedua orang tua?? pasti dari salah satu kan?? biaya sekolah anak?? dari salah satu. Ini malah namanya PENGHEMATAN

Tak taulaaah, habis sudah kata ini.

2 thoughts on “Bukan Cinta Biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s