Ini Tentang Seorang Ayah

Ini tentang seorang ayah. Ayah yang sejak aku berumur 9 tahun hingga aku berumur 19 tahun masih ada di sekitarku. Ayah yang sangat jutek saat dia harus berhadapan dengan ku. Ayah yang sangat keras terhadap argumennya. Ayah yang sangat tidak menyukai ku saat aku beranjak dewasa. Ayah yang selalu memarahiku entah aku salah atau benar. Ayah yang saat bicara padaku pun tidak melihat mataku. Ayah yang benar2 ingin aku jauhi saat aku menjadi pegawai nanti. Ayah yang tidak pernah aku harapkan karena dalam pandanganku dia bukanlah ayah yang baik.

Ayah yang ternyata diam2 selalu memperhatikan pertumbuhanku. Ayah yang ternyata diam2 membuatkan ku kue saat mengunjuiku di diklat.  Ayah yang ternyata selalu bangga pada anak “PERTAMANYA”. Ayah yang diam-diam selalu menceritakan “ANAK PERTAMANYA” kepada teman-teman sekantor’a. Ayah yang rela memberikan apa yang dia punya saat “ANAK PERTAMANYA” membutuhkan. Ayah yang ternyata selalu mengkhawatirkan saat aku tidak lagi berjalan lurus.

Ayah yang selalu berjuang 9 tahun lamanya tanpa mendapatkan uang gajian. Ayah yang selalu setia membela kantornya sedangkan para nasabah selalu mencacinya. Ayah yang selalu makan terakhir sehingga anak-anaknya bisa kenyang. Ayah yang rela mengurusi urusan rumah saat istrinya sedang sakit. Ayah yang selalu masak agar istrinya bisa bersantai. Ayah yang sangat mencintai istri dan keluarga melebihi dia mencintai dirinya sendiri.

Itu lah ayah ku, ayah yang tak pernah sempat ku bahagiakan.

Advertisements