Laki-Laki Itu

ya masih dengan Laki-laki itu,
sampai saat ini, aku tau ini baru sebentar, tapi aku pikir, aku sudah habiskan begitu banyak waktu, sudah beribu detik yang ku luangkan untuk dia, tapi aku masih seperti ini, aku masih gundah dengan hati ku, aku masih belum bisa memiliki dia sepenuhnya, tidakkah dia tau??? aku mencoba, tapi mungkin aku tidak sepenuh hati mencoba, karna siapa yang tahan melihat orang yang kita sayangi menangis di depan kita?? saat kata2 perpisahan harus meluncur dari mulut kita sendiri, padahal kita pun gak sanggup untuk mengatakan’a….
Apa dia tak tau?? hati ku pun goyah sekarang, siapa yang tahan saat seharusnya kita memiliki seseorang untuk bersandar, untuk melepas lelah, tapi yang aku hadapi saat ini adalah kondisi yang buruk. Aku butuh seseorang yang bisa menjadi tempat bersandar saat aku benar2 rapuh, aku tahu, aku EGOIS, aku sudah punya 2 orang yang bisa melakukan hal itu, tapi knpa aku masih butuh yang lebih.
Aku butuh mereka, lebih dari yang mereka tau,
mau tau yang aku rasain??? aku belum pernah merasakan benar2 punya ayah, saat aku tau aku bisa bahagiain dia, saat aku bisa memberikan apa yang dia mau, saat aku bisa bikin dia bangga sama aku, saat aku bisa membuktikan aku sudah bukan gadis’a yang dulu, aku sudah dewasa, tapi saat itu pula dia pergi, dia pergi meninggalkan aku, mama dan adek2 ku, aku merasa terpuruk, tapi itu smua bisa aku hadapin, karna ada DIA,
hmmmm Dia, aku sayang sama dia,

Be my Best Man

Buat aku tersenyum,
Cuma itu yang aku butuhkan dari kamu, melepas lelah, mencari ketenangan,
tempat aku bersandar saat seminggu lelah di kantor, saat seminggu capek di rumah,
tempat aku bercerita saat semua orang bosan mendengar cerita ku,
tempat aku menangis saat tak ada yang mau mendengar keluh kesah ku,
tempat aku berbagi tawa saat tak ada yang mampu menemaniku
saat aku bisa melampiaskan semua perasaan kesal, marah, senang yang bersemayam di hatiku,

Buat aku bahagia,
tapi tidak tersiksa dengan perasaan yang terus menerus menghantui aku,
jadilah perisai untuk menahan gejolak di dalam dada,
jadilah penenang saat aku emosi,
jadilah panutan ku karna aku sekarang masih lah buruk
jadilah pengingat ku saat aku sudah berjalan di jalan yang salah

Hanya itu yang aku butuhkan,
biarlah yang lain berkata apa, saat ini, detik ini, di hari ini,
hanya ada kamu dan aku,
dan biarlah hari berlalu, biarlah semua berjalan sesuai kehendaknya,
karna kita pun akan berjalan sesuai kehendak kita,
jika kita memang ditakdirkan, maka tak mustahil kita pasti akan bersama.

Menyayangi Again…

Sudah berapa kali aku ngerasain sayang sama orang di tahun ini ???
satu kali?
Dua kali?
Ato tiga kali ???
yah udah 3 kali aku ngerasain sayang sama orang. Dan apakah itu wajar ???
Aku bingung, apa cinta masih disebut suci kalo aku ajh ampe 3 kali jatuh cinta dlam satu tahun ???

Tapi satu hal, aku sayang sama dia yang sekarang ada di hati aku. Dia yang nemenin hari-hari aku sekarang. Pertemuan yang singkat, kenalan pas tanggal 14 Agustus 2010, dia sahabat’a sahabat aku. Dan sekarang aku emang belum jadian, tapi udah di rencanain. Dia yang bisa bikin aku ketawa saat masalah bertubi2 menghantam aku. Dia bisa jagain aku saat papa udah gak ada lagi di sini.

Namanya Maulana Hasan. Dia lahir tanggal 2 Juni 1991, cuma beda beberapa  bulan dari aku. Terkadang dia maish suka ninggalin 5 waktu, tapi aku percaya, everybody’s can change. dan aku berharap bnyak dia berubah.
Aku gak mau muluk2, aku gak ngotot supaya dia biar jadi jodoh aku, aku cuma pengen yang terbaik buat aku sama dia. Semua udah di atur jalannya, dan semoga jalan yang bakal aku sama dia tempuh adalah yang baik, sekalipun gak terbaik.