She’s DEAD

Entah ini sebuah dosa atau apa. aku senang mendengar dia sudah TIDAK ADA. Rasa benci ini masih ada, tapi aku yakin pasti bisa hilang, sejalannya dengan waktu. Tak ada lagi dia, Tak ada lagi cemburu, Tak ada lagi iri. hahahhahah
Dosa tidak yah seperti ini, mungkin dosa, yaaah sudah berapa banyak dosa yang di buat. Entahlah
Tenang kau disana yah. Icha S. Tak perlu kau ganggu lagi hidupku dengan semua kata2 sok tau mu.
Pergilah kau ke alam sana dengan masih mencintai DIA??
oooh DIA tidak cinta padamu, DIA hanya cinta padaku. hahahahh

17092011

Setahun yang lalu, tepat setahun yang lalu pada tanggal 17 September 2010.
Tahun lalu kita saling ucapkan kata, sebuah kata yang menjadikan kita sepasang kekasih.
Ingin ku ulangi, namun bisakah aku?? sanggupkah??
Aku hanya dapat mendambakan senyummu di mimpi ku, di bawah sadar ku.
Tak sedetik ingatan tentang mu hilang.
Dan apa yang kamu rasakan, semoga sama dengan apa yang kurasakan.

Keabadian hanya milik Allah, dan aku berharap rasa ini di ridhai olehNya. Aku merindukan mu. Satu kata lagi dalam 3 posting blog ku. Aku menrindukamu. Melebihi yang kau tau.

Bebas dan Tidak Terikat

Aku takut, aku takut jika aku bosan dan tidak ingin semua ini berhasil.
Jika apa yang aku perjuangkan ini hanyalah pelampiasan dari segala puncak emosi ku.
Jika apa yang ku putuskan ini akan menjadi kesalahan terbesar dari hidupku.
Pertanyaan mendasar dari segala yang ku lakukan, apakah bisa ku menjawabnya.
Aku masih bimbang.
Aku pun merindukan kebebasan ku yang dulu. Inikah pertanda aku bosan??
Aku terlalu memaksakan apa yang seharusnya tidak ku paksakan, aku ingin DIA, tapi yang ada hanya dia. Dan apa yang dapat kulakukan, aku terpuruk dengan kerinduan yang mendalam.
hahahha, sempitnya cinta.
akankah ku rasakan seperti yang kurasakan dulu.

Aku Rindu

Angin sampaikan sejuta kata rinduku hanya untuknya,
hujan sampaikan tangisan hati ini karena mendambanya,
aku rindu, aku rindu dia. Tak bertepi tak bersyarat.
kemana hilangnya separuh ragaku, kemana perginya dia.
Salahkah aku jika tak mencarinya, hanya ada satu kata, rindu.
rindu ini sudah tak bertepi, mengarungi semua lautan, dan tenggelam bersama derasnya ombak, tersisa dan tak akan hilang.

Sebuah paksaan kah aku hanya ingin dia, sebuah keputus asaan, kegelisahan, kegetiran. Karena aku tak tau lagi harus dengan siapa. Dan begitu saja hingga aku putuskan sesuatu yang mungkin tidak benar. Tunjukkan saja jalannya Ya Kariim. tunjukkan saja jalannya.

Hanya ada satu kata untuk dia, aku rindu dia selamanya.

Sepetik Doa

Ya Allah, jikalau memang dia adalah jodoh ku, dekatkanlah kami, permudahlah kami untuk menjalin hubungan yang diakhiri dengan pernikahan, ridhoilah kami sehingga dapat membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, tuntunlah kami agar selalu menjadi hambaMu yang Engkau kasihi.

Namun seandainya dia bukanlah jodohku, pisahkanlah kami dengan caraMu, hilangkanlah perasaan yang telah mengikat kami berdua, jauhkanlah kami sehingga tidak akan bersatu lagi, berilah kami jodoh yang maslahat dunia akhirat, yang terbaik bagi kami.

amiiin

Tak Seindah Dulu

Kisahnya tak seindah dulu, disaat ada orang ketiga. Tapi apakah bisa dipertahankan jika hanya akan menimbulkan kesusahan. Bisakah dia mengerti bahwa mungkin ini bukan jalan takdirnya. Bisakah dia untuk diam dan terima lah apa yang ada. Rasanya aku ingin marah, aku ingin bilang “helllooo, pliiis jangan rapuh. Be strong.” tapi aku tak bisa memaksakannya.
Yaaah beginilah jadinya, aku pergi aku kembali. Aku tak kuat, di tambah lagi dengan melihat dia yang sangat tidak kuat. Aku bukan iba, melainkan aku tidak ingin dia sakit tapi cara ku yang salah.

Yang ke 7

hmmm, terpikirkan oleh ku, siapakah nanti suami ku?? setelah aku melalui setidaknya cerita yang amat sangat ribet, hahah. Masih sajah lah aku menanyakan siapa nanti suami ku, tapi sampai sekarang pun tak pernah terpikirkan aku bisa bersama dengan yang lain. Karena sepertinya otak ku sudah terbius dengan laki-laki ini. Maulana Hasan. hahahha ya dia, laki-laki super biasa tapi yang super aku sayang.

Terbersit mungkin nanti akan ada Pria ke 7, yah aku sudah antisipasi, aku pernah memimpikannya, tapi aku tidak liat wujudnya. Apakah benar angka 7 begitu melekat pada diriku???

Siapa sangka, bisa jadi kan pria ke 5 atau 6 atau mungkin malahan 8 dan seterusnya. hmmm, semoga saja tidak.