Aku Bingung Sama Semua Ini

Keputusan itu akan di ambil besok hingga hari Minggu, hidup ku bener2 jungkir balik. Aku takut, aku takut akan semuanya. Masih belum ada jawaban yang diberikanNya.
Aku takut jika IYA, aku takut belum bisa jadi istri sholehah, istri yang bisa menyenangkan hati suaminya, istri yang  masih suka menentang suaminya. Aku takut aku belum bisa mas.
Aku takut jika TIDAK, aku sayang kamu mas, aku sayaaang,  aku ga mau kehilangan. Aku takut kalo terus dilanjutkan tapi akibatnya buruk. Aku jadi tulang punggung keluarga.
Insallah aku niatkan semua ini untuk ibadah, untuk  memperbaiki keimanan kita dengan menjadi satu.
Ya Allah, jika memang dia adalah jodoh ku, nikahkan lah kami sebelum 1 Mei 2011, tapi jika bukan, pisahkanlah kami, dan hapuskan perasaan sayang ini dari hati kami berdua. Semoga kami mendapatkan jodoh maslahat dunia akhirat yang menurut mu terbaik bagi kami.

AMIEN

Pernikahan

Salah satu hal yang sangat sakral iah, aku pun cuman pengen sekali seumur hidup. Ya Allah, aku mohon, seandainya dia memang  jodoh ku, tunjukkanlah jalannya.
Dia, bukan pacar ku sebelumnya, dia belum pernah  menjadi pacar ku, tapi kamu menjalin semua ini dengan cara yang sangat tidak lazim, dia sabar, amat sangat sabar. Sosok pria yang setia, yang benar2 menunggu ku sekalipun aku berpacaran dengan orang lain. Tapi disaat kini aku sudah mampu untuk membalas cintanya, kenapa ada Surat Itu???
Surat Keputusan Larangan Nikah sesama pegawai, harus kah aku galau??? haruskah aku gundah???
Aku memang sudah ada rencana akan melanjutkan hubungan kami untuk lebih serius, untuk mengikat  semuanya menjadi satu, tapi bukan dengan cara kami harus menikah karena SK itu.
Apa yang salah???  salahkah jika niatku menikah karena untuk menghindari dikeluarkan dari perusahaan dimana aku mencari nafkah untuk keluarga berasal dari situ???
Salahkah jika aku menikah dengan tenggat waktu persiapan hanya 3 bulan??
Salahkah aku jika memilih jalan ini???
Aku tidak tau, aku yakin sama dia, aku percaya aku bisa membentuk keluarga yang harmonis, tapi hanya harmonis, belum tentu sakinah, mawaddah warohmah seperti yang ku inginkan, kenapa belum ada keyakinan kesitu??? karena aku masih perlu mengenal’a. Tapi apa itu menjadi tolak ukur???
Sucikah jika aku niatkan menikah ini untuk ibadah??? untuk menghindari diriku dari perbuatan zina, zina hanya dengan memegang tangan, zina hanya dengan memeluknya, zina hanya dengan membuka kerudung ku depan dia, aku ingin menghindari zina dalam bentuk ini. Sucikah jika aku niatkan untuk membahagiakan mama ku?? untuk membuatnya lebih tenang saat aku pergi berduaan dengan bukan muhrim ku karna dia akan jadi suamiku.
Sucikah menikah dengan niat itu??
Ya Allah, berikanlah jawabannya.

Salah Saya Mengambil Jalan Ini

Aku kotor, aku selalu menganggap aku kotor, aku sudah seperti ini sekarang, dan selamanya akan seperti ini. Sekotor ini kah aku??? ya, aku memang kotor, amat sangat kotor, kepada siapa aku harus berkata, aku iri, aku iri dengan mereka semua, apa yang bisa ku perbuat??? Semua terlanjur. Tapi apa aku hrus terus menjerumuskan diri dalam dosa yang kian menumpuk???
Maafkan aku, maafkan aku ya Allah, maafkan aku mama, maafkan aku papa.
Aku hancur, tapi tak sepenuhnya hancur, hati ku yang hancur, hati ku yang remuk.
Harus berkata apalagi lisan ini??? aku tak bisa jadi seperti dulu, ada sesuatu yang hilang dari diriku, dan semuanya tak bisa kembali lagi.
Ya Allah, kemana iman ku selama ini, kerudung apa yang aku pakai ini, aku tak bisa menjaga diri, aku tak bisa menjadi muslimah Mu yang baik,
Ya Allah, tunjukkan aku jalanMu yang indah, jalanMu yang lurus, aku tersesat, aku tersesat amat sangat jauh, aku menyesal, aku tak ingin lagi seperti itu.
Aku malu pada diriku sendiri, aku malu pada kenyataan ini, aku malu kepada semua’a,
Ampuni aku ya Allah, ampuni aku,

Manfaat ShaLat Maghrib dan Isya

Rasulullah saw. bersabda, “Jika saja mereka mengetahui apa yang terdapat dalam shalat subuh dan ashar, niscaya mereka akan pergi melaksanakannya meski dengan merangkak.” (HR Bukhari)

Rasulullah saw. juga bersabda, “Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada shalat subuh dan isya. Jika mereka mengetahui apa yang terdapat dalam kedua shalat itu, mereka pasti pergi melaksanakannya meski dengan merangkak.” (HR Bukhari)

Shalat subuh menjadi beban bagi orang munafik, karena ia harus beranjak dari tidur. Sedangkan shalat isya menjadi beban bagi orang munafik, karena berada pada awal waktu tidur, yaitu pada saat ia mulai merasakan kantuk. Menyimpang dari hal tersebut masih dapat melanggar dalam melaksanakan shalat subuh. Namun di masa kini orang-orang makan malam pada waktu shalat isya atau sesaat sebelumnya. Karena itu, setelah makan malam bau mulut membius otak mereka, sementara tubuh mereka merasa nyaman, hingga tubuh dan kelopak mata terasa berat, kemudian kenyamanan itu membuat mereka mengantuk. Sehingga mereka malas untuk pergi  melaksanakan shalat isya ke masjid.

Namun seorang beriman yang baik tidak akan merasa malas, atau membiarkan dirinya mengantuk. Ia akan berdiri, berwudhu dan pergi melaksanakan shalat. Hal itu lebih baik bagi jiwa dan tubuhnya. Di antara manfaat bagi tubuhnya, ia tidak langsung tidur setelah makan, sehingga sistem pencernaannya bekerja secara perlahan. Hal itu akan mencegah penyakit-penyakit yang disebabkan buruknya pencernaan. Sementara itu, tidur nyenyak dapat menjadikan sistem pencernaan sulit bekerja.

Selain itu, shalat maghrib dan isya, bagi mereka yang melaksanakan dua tahap aktivitas di siang jari serta mengakhiri aktivitasnya pada dua waktu shalat fardhu tersebut, dapat membantu mereka menyegarkan otot-otot dan sendi-sendi setelah bekerja keras, dan mencegah penyimpangan susunan otot yang mungkin dapat dibantu oleh anggota-anggota tubuh lainnya. Shalat dapat menstabilkan anggota-anggota tubuh, menyalurkan darah yang dibutuhkan bagi kepala dan otak, memulihkan peredaran darah, serta membantu darah yang tersumbat pada kedua kaki supaya dapat tersalur pada jantung. Hal ini dalam batasan tertentu dapat memelihara terjadinya penyakit pada kedua lutut.

Sebagaimana shalat-shalat tersebut memiliki manfaat-manfaat jasmani dan rohani yang tidak terhitung,

“Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya…” (an-Nahl [16]: 18)

Seorang muslim yang tidak melaksanakan atau terlambat melaksanakan shalat-shalat tersebut tidak hanya haram mendapatkan pahala akhirat, tetapi juga tubuhnya tidak memperoleh manfaat-manfaat besar yang seharusnya diperoleh melalui shalat berjamaah bersama kaum muslim lainnya.

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (al-Ma’uun [107]: 4-5)

Manfaat Shalat Ashar

“Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha (ashar)…”(al-Baqarah [2]: 238)

Rasulullah saw. bersabda,

“para malaikat mengawasi kalian dengan bergantian antara malam dan siang. Mereka kemudian berkumpul pada waktu shalat subuh dan shalat ashar. Lalu malaikat yang mengawasi di malam hari naik ke atas. Maka Tuhan bertanya – meski Dia lebih tahu dari mereka -, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaKu?’ Para malaikat menjawab, ‘Ketika kami pergi, mereka sedang melaksanakan shalat. Dan ketika kami datang, mereka juga sedang melaksanakan shalat.'” (HR Bukhari)

“Siapa saja yang tidak melaksanakan shalat Ashar, maka amal perbuatannya akan hilang sia-sia.” (HR Bukhari)

Dalam shalat ashar terdapat keutamaan yang besar. Rasulullah saw. menghubungkannya dengan shalat subuh, sebagaimana kita telah mengetahuinya dalam pembahasan keutamaan shalat subuh.

Mayoritas umat Islam mengakhiri pekerjaan mereka setelah shalat ashar tiba. Dengannya, shalat ashar dapat menjadi penyembuhan efektif dari segala sesuatu yang dilalui pada hari itu, seperti kendala-kendala emosional, ketegangan, dan kelelahan.

Mayoritas kaum muslimin membagi aktivitas mereka menjadi dua tahap. Tahap kedua ini dimulai setelah shalat ashar. Oleh sebab itu, termasuk manfaat shalat ashar adalah mengusir kemalasan, memulihkan tubuh setelah makan, tidur, dan beristirahat, memulihkan peredaran darah, meratakan penyebaran aliran darah pada seluruh anggota tubuh, serta menyalurkan energi yang dibutuhkan untuk memulai pekerjaan.

Dr. Zahir at_tunisi, seorang ahli kedokteran, menemukan dalam berbagai percobaannya, di antaranya, bahwa beberapa kelenjar tubuh akan mengelurkan zat adrenalin yang dapat menambah kegelisahan ketika mencapai puncaknya, terutama ketika tiba waktu ashar. Tetapi hal itu akan menurun bagi orang yang melaksanakan shalat ashar. Hal ini menguatkan rahasia firman Allah swt. pada al-Baqarah [2]: 238)

Zat adrenalin berdampak pada terhambatnya peredaran darah, karenanya juga berdampak pada tekanan darah tinggi, serta ketidakteraturan detakan jantung. Ia juga menjelaskan bahwa seseorang yang melaksanakan shalat, secara umum, dapat mengurangi keluarannya zat tersebut, karenanya juga mempengaruhi kelancaran tekanan darah dan kestabilan detakan jantung.

Udah tau kan manfaat shalat ashar, jadi jan mpe ketinggalan ia…

di sunting dari buku “Keajaiban Shalat Bagi Kesehatan-Adnan Tharsyah”

Manfaat ShaLat Subuh

Di antara faedah-faedah shalat subuh adalah menerangi wajah, menyinari dan menguatkan hati, menyegarkan dan menguatkan jiwa. Juga faedah lainnya adalah menghilangkan kemalsan, melancarkan peredaran darah setelah tidur, menjaga kesehatan, mengusir kesedihan, dan mencegah penyakit-penyakit jiwa dan tubuh.

Di samping itu, ilmu pengetahuan kontemporer menemukan bahwa terdapat gas ozon (O3) yang mengandung kadar oksigen paling tinggi pada waktu shalat subuh, kemudian menurun secara bertahap sampai terbitnya matahari.

Kita sebenarnya tidak butuh penemuan dan penetapan ilmu pengetahuan. Sebab, kita dengan mudah dapat merasakan kebersihan dan kelembutan udara pada waktu shalat subuh dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya.

Udara pada waktu fajar masih bersih dan tidak tercemar. Udara ini akan menyegarkan hati, dan menguatkan paru-paru, memperbaharui sel-sel, menyalurkan tubuh dengan oksigen, mengeluarkan karbondioksida, serta membersihkan darah dari endapan-endapan keringat. Selain itu, juga memperbaiki kinerja organ-organ tubuh, menyegarkan sel-sel tubuh, serta menyembuhkan penyakit-penyakit, seperti rematik dan asma.