23 Juni 2013

Here we go, this is my really precious moment. My one and only day, because you know what?? i’m getting married on that day. hell yeah you know?? hahahah
Setiap persiapan yang aku tulis disini, well, aku pikir itu amat sangat berantakan sekarang. Sama sekali ngga ada satu pun yang berjalan sesuai rencana. Well, this is the story…
Jadi pada tanggal 7 Juni 2013, jam 4 sorean lah. Waktu itu aku udah siap2 buat pulang ke rumah. Di telpon Ketua SP dari DPC ku, yaitu Pondok Kopi. Kira-kira begini kata dia “Yu, Ketua SP yang sekarang mau pensiun dini, dan tgl 11-14 Juni nanti bakal ada munaslub di Makassar. Dan SK tntang 025 akan dibahas disana, jadi saya langsung kasih pemberitahuan aja. Nikahlah sebelum bulan Agustus” Wow, wow, woooooow. Shiit meeeen, what the hell is going on????? Seketika saat itu juga, serasa semua badan ku ditelan bumi. I can do nothing. Yaah jadi semua berawal dari tanggal 7 Juni itu.
Dan setelah tanggal itu mulailah semua persiapannya. 2 minggu mama ngurusin permasalahan KUA, yaaah jadi ini tuh cuma akad nikah aja sih. Aku juga ngga akan mau kalau harus nyiapin resepsi dalam waktu 2 minggu. Tapi cuman sekedar akad nikah pun jadi bisa bikin anggaran pernikahan membengkak. Bhahahaha.
Mulai hubungin papa di Bali, buat minta surat Wali. Rias semua seserahan. Koordinasi sama bapak-bapak RT mau dirayain seperti apa. Nyari salon. Cukup buat pusing aku, mama dan juga mas aji

Jadi ini lah akad nikah ku

DSC_9032

Jadi konsep awal ku, ijab kabul didepan rumah. Kasihlah setidaknya sedikit agak naikan dari tanah supaya ngga terlalu dibawah. Tapi malam begitu tenda dateng, yang ada kayak gitu. Panggung dengan tingginya 50cm, dan pijakan yang ekstrim banget. Kasian ibu-ibu yang pake heels pada 15cm, ngeri jatoh. DItambah atapnya yang terlalu tinggi and no dekor. Ini nih yang bikin malam sebelum ijab kabul gue kacau abis. Ditambah lagi warna hijau putih yang gue bener-bener ngga suka banget. Udah kayak kue lapis dipasar tau ngga. Sorry banget yah buat yang suka. I love blue, kenapa warna hijau 😦 Okeh move on dari panggung dangdutannya, hahaha.

Diluar itu semua, muka gue sumringah banget pas hari H. Begitu jalan dari pintu menuju panggung akad ngga henti-hentinya itu senyum. Malah mama bilang “Yu, stop nyengirnya. Kamu mau nikah jangan ketawa-ketawa” yaaah jadi pas jalan itu gue ketawa-ketawa. Ada sih fotonya, cuman malu aaaah. Ngga banget, aura wanita yang anggun pake kebaya ngga keliatan banget ada di gue, hahah. Jadi ini foto setelah ijab kabul 🙂

DSC_9160

Keliatan ngga ada muka sedih atau tegang nya?? hahahha. Sebenernya sih tegang yaaah, cuman karena itu matahari pagi pas banget nyorot ke arah kita. Jadi tegang plus terharunya itu hilang gara2 kepanasan. hahahah. Yang lucunya lagi habis mas aji selesai baca Ijab Kabul, gue itu ketawa dan lupa baca “Alhamdulillah” baru baca begitu liat diujung panggung Mba Nessa yang lagi foto-foto dan bilang “Alhamdulillah” hehehhhe. Disebelah kanan itu seserahannya, mukena dan Al-Quran.

DSC_9193

Jadi dari kiri ke kanan. Bapak Mas Aji, Ibu Mas Aji, Mas Aji, Aku, Mama ku, Nenek ku 🙂
Where’s my Daddy?? Almarhum papa ngga sempet liat anaknya menikah 🙂 papa tenang aja, sekalipun ayu udah berumah tangga tapi tanggung jawab ke adik-adik tetep jadi tugas ayu 🙂
dan papa ku yang ada disana masih terlalu sibuk buat nengokin Hari Besar anaknya, well i hope the best for you laaah

DSC_9259

Well this is us 🙂 (abaikan lingkar dibawah mata ku dan juga gigi atas ku yang rada maju :p ) Mengenai make up ku, mmmm gimana yaaah. Jadi sebenernya kalau kata orang rumah bagus, cuman aku liatnya agak yaaah gitu deeeh. Jadi aku kasih tau aja, bulu mata ku berat bangeeeeet. Ngga nyaman banget sama bulu mata palsunya, dan foundationnya pada nempel ditissue ehhehe.
Tapi ya apapun itu, ngga ada saingannya kebahagiaan yang terpancar dari senyum diatas. duileeeeeh

DSC_9262

Jadi sebelah kanan ku itu mba Nessa, dia temen sekantor dan sebelahan. Setiap curhat apa-apa ya sama dia, kalau dulu masalahnya hubungan gue sama mas aji. Sekarang masalahnya lebih intim booo. hahahah. Kebaya ini pun punya mba Nessa, ngga kebayang yah badannya dia se-aku. hihihihi. Well thank you so much for you mba, yang udah siap dengerin curhatan aku tiap dikantor, yang mau aku ajak jalan terus-terusan, yang siap banget aku ajak repot. ehhehehe. muaaaach

DSC_9280

Well this is it, AMAZONE (Amazing Of Maiden Zone) dari kiri ke kanan.
Titi Setiawati (Nying-nying), Endang Astuti, Sri Wahyuni (Ncink), Mas aji, aku, Febry Lusyanna (Ucy), Yani Widyastuti (wiwit), Aprillia Fitriani, Sulastri.
sebenernya kita itu ber-sembilan, satu lagi ada Marlina (Aa), tapi tuh orang dari tahun 2012 ngga pernah keliatan batang hidung dan kabarnya. Ngga ngerti dia kemana, dan akhirnya baru akhir-akhir ini, bawa kabar tahun 2012 dia udah merried dan udah punya anak umurnya 3 bulan. It’s really nice to hear that Aa 🙂

DSC_9304

Jadi inilah keluarga ku 🙂 kurang fadil, emang susah dia. DIajak foto-foto malah kelayapan sama temen-temennya. Ngga jelaaas, hahahah.
Ada dian, aku, mas aji, mama, wulan dan yang diatas ada aira.

jadi inilah cerita pas tanggal 23 Juni 2013, hope it will memorize forever 🙂

I love you mas aji :*

Bukan Cinta Biasa

Bagaimana lagi harus dijelaskan, saya ini sudah mencintainya. Kalau dibilang udah mentok deeh. Tapi sebenarnya ngga boleh juga sih bilang gitu. Semua bisa serubah, tapi untuk sekarang, ya untuk sekarang. Saya ngga tau gimana harus berubahnya.

Semua Surat Keputusan itu, cuiiiiiiih. Kenapa ada sih peraturan yang mengatur hajat hidup seseorang yang berurusan dengan takdir. Kalau mau menikah keluar dari perusahaan. Dikira nyari kerja gampang?? Dikira masuk perusahaan ini cuma nyari calon pasangan hidup?? saya ngelamar diperusahaan ini, berjuang biar menjadi salah satu pegawai di perusahaan ini buat nafkahin keluarga saya,dan setelah semua tercapai harus keluar karena hanya selembar kertas?? hanya karna saya mau menikah??

Ini kenapa menikah harus ada syarat-syaratnya segala?? DIkira gampang gitu udah sayang udah cinta terus disuruh akhirin semua yang udah dijalin bertahun-tahun karena surat keputusan?? Karena selembar kertas yang ditanda tangan sama orang berperingkat, sama orang berjabat dan akhirnya bisa mempengaruhi kisah cinta dan kisah dompet kita??

iyuuuuh banget tau nggaaaaa. Ini nih yang bikin saya dilema saudara-saudara. Jangan samakan lah perusahaan ini dengan bank. Kalau di bank mungkin jangan sampai sepasang suami istri dalam satu perusahaan karena takut peluang korupsi makin gede.

Lah ini karena dianggap boros kesejahteraan, dikira kalau anak sakit, biaya yang keluar dari kedua orang tua?? pasti dari salah satu kan?? biaya sekolah anak?? dari salah satu. Ini malah namanya PENGHEMATAN

Tak taulaaah, habis sudah kata ini.

101010

Sayang, setahun kita telah lewati. Aku sadari belum sepenuhnya rasa ini untukmu. Aku minta maaf, aku mencoba. Kamu selalu yang pertama dan akan menjadi yang pertama. Tapi dia selalu ada, aku bingung sayang. Aku tidak tau harus bercerita pada siapa. Jika aku bercerita padamu. Pasti kamu akan marah dan bilang “kembalilah lagi padanya”. Aku tau sebagian kecil dari diriku ingin, tapi sebagian besarnya lagi. Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu.
Dia adalah semacam masa lalu yang tidak bisa hilang dengan sekejap. Dia adalah perwujudan dari keegoisan ku. Dia adalah perwujudan dari ambisiku. Dia adalah laranganku. Dia adalah dosaku.
Begitu banyak sayang dosa yang sudah aku himpun, begitu banyak.
Aku bertanya, pantaskah aku untukmu??
Kamu baik, kamu penyayang, kamu pengertian, kamu bersih, kamu istimewa, kamu nyaris sempurna.
Hanya saja aku masih mencintai dia, ya aku masih mencintai dia.
Beri aku waktu sayang, dan akan semuanya untukmu. Hanya untukmu.

She’s DEAD

Entah ini sebuah dosa atau apa. aku senang mendengar dia sudah TIDAK ADA. Rasa benci ini masih ada, tapi aku yakin pasti bisa hilang, sejalannya dengan waktu. Tak ada lagi dia, Tak ada lagi cemburu, Tak ada lagi iri. hahahhahah
Dosa tidak yah seperti ini, mungkin dosa, yaaah sudah berapa banyak dosa yang di buat. Entahlah
Tenang kau disana yah. Icha S. Tak perlu kau ganggu lagi hidupku dengan semua kata2 sok tau mu.
Pergilah kau ke alam sana dengan masih mencintai DIA??
oooh DIA tidak cinta padamu, DIA hanya cinta padaku. hahahahh

Aku Rindu

Angin sampaikan sejuta kata rinduku hanya untuknya,
hujan sampaikan tangisan hati ini karena mendambanya,
aku rindu, aku rindu dia. Tak bertepi tak bersyarat.
kemana hilangnya separuh ragaku, kemana perginya dia.
Salahkah aku jika tak mencarinya, hanya ada satu kata, rindu.
rindu ini sudah tak bertepi, mengarungi semua lautan, dan tenggelam bersama derasnya ombak, tersisa dan tak akan hilang.

Sebuah paksaan kah aku hanya ingin dia, sebuah keputus asaan, kegelisahan, kegetiran. Karena aku tak tau lagi harus dengan siapa. Dan begitu saja hingga aku putuskan sesuatu yang mungkin tidak benar. Tunjukkan saja jalannya Ya Kariim. tunjukkan saja jalannya.

Hanya ada satu kata untuk dia, aku rindu dia selamanya.

Sepetik Doa

Ya Allah, jikalau memang dia adalah jodoh ku, dekatkanlah kami, permudahlah kami untuk menjalin hubungan yang diakhiri dengan pernikahan, ridhoilah kami sehingga dapat membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, tuntunlah kami agar selalu menjadi hambaMu yang Engkau kasihi.

Namun seandainya dia bukanlah jodohku, pisahkanlah kami dengan caraMu, hilangkanlah perasaan yang telah mengikat kami berdua, jauhkanlah kami sehingga tidak akan bersatu lagi, berilah kami jodoh yang maslahat dunia akhirat, yang terbaik bagi kami.

amiiin

Tak Seindah Dulu

Kisahnya tak seindah dulu, disaat ada orang ketiga. Tapi apakah bisa dipertahankan jika hanya akan menimbulkan kesusahan. Bisakah dia mengerti bahwa mungkin ini bukan jalan takdirnya. Bisakah dia untuk diam dan terima lah apa yang ada. Rasanya aku ingin marah, aku ingin bilang “helllooo, pliiis jangan rapuh. Be strong.” tapi aku tak bisa memaksakannya.
Yaaah beginilah jadinya, aku pergi aku kembali. Aku tak kuat, di tambah lagi dengan melihat dia yang sangat tidak kuat. Aku bukan iba, melainkan aku tidak ingin dia sakit tapi cara ku yang salah.