Rindu yang memeluk ku

Cinta tak selalu dapat diukur dengan akal. Rindu yang bergelung seakan memeluk ku erat, tak ingin lepas. Tak khayal aku terheran, termenung
memikirkan. Kekasih yang sebaru saja jumpa, namun sudah memanggil penuh kasih untuk segera bertemu. Aaaaah indah rasanya, lebih indah lagi kalau ini semua sudah dalam satu ikatan suci. Tak sabar menunggu penghujung tahun itu tiba. Tak sabar rasanya harus memendam rindu tapi apa daya yang bisa kulakukan.
Seperti kisah Habibie dan Ainun, film yang sebaru saja kami tonton. Menginspiratif, melekat selalu kisah perjuangan cinta mereka. Kelak kami pun “not even death can separate us”

Advertisements

Laki-laki itu

Laki-laki itu membuat aku bingung. Dia datang dia pergi semaunya. Tapi kenapa aku masih nerima kehadirannya???
Bukan cinta yang buat pelakonnya kebingungan, tapi justru pelakon itu sendiri yang bikin bingung.
Bukan cinta yang bikin kita sakit hati, tapi pelakon itu sendiri yang menyakiti dirinya.
Bukan cinta yang buta, tapi akal sehat pelakon itu sendiri yang sinting.
Jangan semua di salahkan pada cinta, aku baru mengerti mengapa para pujangga cinta, begitu mengagungkan cinta, kenapa para penyair tak habis2nya membuat puisi tentang cinta. Karena memang sebenarnya CINTA itu indah.
Tapi mengapa ada yang bilang cinta itu derita, cinta itu penghianatan, cinta itu buta. Seperti aku yang ernah berujar seperti itu juga, tapi baru sekarang aku menyadari, CINTA itu memang indah, kita malu-malu tapi mau.
Rasa sakit yang dihadirkan cinta bisa membuat motivasi bagi kita,
Rasa indah karena mencintai bisa menjadi suntikan spirit bagi kita.

Namun kenapa semua itu terlalu sulit untuk aku raihh??
Tak jarang aku merasakan manisnya cinta, tapi lebih sering pula aku merasakan sakitnya cinta.
Cinta bagiku khayalan, aku bisa bebas berimajinasi dengan cinta, aku bisa bermimpi aku dicintai, aku bisa bermimpi mencintai dan aku bisa bermimpi mempermainkan cinta.
Dibenarkankah berimajinasi dengan cinta???
siapa yang melarang?? toh aku yang berimajinasi..

Dan laki-laki itu hingga saat ini pun masih membuat ku bingung, dia hanya sebatas khayalan ku saja. Tapi aku senang aku masih bisa berkhayal.